Tanjung Manetes — Puluhan warga Desa Tanjung Manetes mengikuti pelatihan kerajinan tangan pada Kamis (18/7) di Balai Desa. Pelatihan ini difokuskan pada pembuatan manik-manik batu, ukiran kayu, dan kerajinan tanah liat yang menjadi ciri khas desa.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan warga sekaligus mendorong pemanfaatan bahan baku lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Pelatihan diisi oleh instruktur dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang memberikan materi teknik pembuatan, pewarnaan, hingga pemasaran produk.
Kepala Desa Yandi Novia menegaskan pentingnya pengembangan kerajinan tangan sebagai salah satu potensi unggulan desa. “Kita punya banyak pengrajin berbakat. Dengan pelatihan ini, kami berharap produk desa bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Peserta pelatihan tampak antusias mempraktikkan langsung teknik yang diajarkan. Beberapa warga bahkan berhasil membuat produk sederhana seperti gelang manik-manik dan ukiran kayu bermotif Dayak.
Lilis, seorang peserta, mengaku senang mengikuti kegiatan ini. “Biasanya saya hanya membuat kerajinan untuk dipakai sendiri. Dengan pelatihan ini, saya jadi tahu cara membuat produk yang lebih rapi dan menarik untuk dijual,” katanya.
Pemerintah desa berencana membentuk Kelompok Pengolahan Kerajinan Tangan sebagai tindak lanjut pelatihan. Kelompok ini akan menjadi wadah produksi dan pemasaran bersama.
Selain itu, desa juga akan membantu mempromosikan produk melalui media digital dan pameran tingkat kabupaten agar dikenal lebih luas.
“Kami yakin kerajinan tangan khas Desa Tanjung Manetes bisa menjadi komoditas unggulan yang mendukung ekonomi kreatif warga,” tutup Yandi Novia.







