Tanjung Manetes — Pemerintah Desa Tanjung Manetes terus mendorong pengembangan kebun kakao dan rotan sebagai komoditas utama desa. Upaya ini dilakukan dengan pembinaan kepada petani, pemberian bibit unggul, serta pendampingan dalam pengolahan hasil panen agar memiliki nilai tambah ekonomi.
Kakao di desa ini dikenal memiliki cita rasa khas karena ditanam secara alami. Banyak petani yang mulai belajar mengolah biji kakao menjadi bubuk cokelat dan minuman siap saji untuk dijual di pasar lokal. Sementara itu, rotan yang dihasilkan menjadi bahan baku penting untuk kerajinan tangan seperti kursi, tikar, dan bakul.
Kepala Desa Yandi Novia menegaskan komitmennya dalam pengembangan dua komoditas tersebut. “Kakao dan rotan adalah potensi besar desa kita. Dengan pengelolaan yang baik, keduanya bisa menjadi sumber pendapatan utama warga,” ujar Yandi.
Warga juga tampak antusias mengikuti program pelatihan budidaya dan pengolahan hasil yang diadakan secara berkala oleh pemerintah desa. Petani kakao diajari cara fermentasi biji yang benar, sedangkan pengrajin rotan mendapat pelatihan desain produk modern.
Ahmad, seorang petani kakao, mengaku optimis dengan program ini. “Dulu kami hanya jual biji kakao mentah. Sekarang kami belajar mengolah sendiri, hasilnya bisa dijual lebih mahal,” katanya.
Pemerintah desa juga bekerja sama dengan dinas terkait untuk membuka akses pasar lebih luas, baik melalui pameran produk unggulan maupun promosi digital.
Selain itu, kelompok tani dan kelompok pengrajin akan dibentuk agar pengelolaan lebih terarah dan hasilnya bisa dipasarkan secara kolektif.
“Kami akan terus berupaya menjadikan kakao dan rotan sebagai komoditas utama desa. Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga kebanggaan Desa Tanjung Manetes,” tutup Yandi Novia.







