Desa Tanjung Manetes dikenal memiliki potensi perkebunan yang menjanjikan, terutama dari hasil kebun kakao dan rotan. Kakao yang dihasilkan di desa ini memiliki cita rasa khas karena ditanam secara alami tanpa banyak campuran pupuk kimia. Sementara itu, kebun rotan menjadi salah satu sumber bahan baku penting untuk kerajinan tangan tradisional, yang sudah diwariskan turun-temurun.
Kebun kakao dikelola oleh para petani lokal secara mandiri. Setiap musim panen, biji kakao dijual ke tengkulak maupun pengepul untuk diolah menjadi bubuk cokelat atau produk olahan lain. Beberapa warga juga mulai belajar mengolah sendiri biji kakao menjadi minuman cokelat atau camilan sederhana untuk dijual di pasar desa, sehingga nilai tambah produk semakin meningkat.
Sementara itu, kebun rotan tersebar di beberapa lahan desa dan dikelola dengan sistem budidaya sederhana. Rotan yang dihasilkan dikenal kuat dan lentur, sehingga banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan seperti kursi, tikar, bakul, dan peralatan rumah tangga lainnya. Bagi sebagian warga, hasil kebun rotan ini menjadi sumber penghasilan utama selain bertani padi atau berkebun sayur.
Pemerintah desa berencana mengembangkan potensi ini dengan membentuk kelompok tani dan kelompok pengrajin rotan. Tujuannya agar pengelolaan kebun lebih terarah, hasil panen kakao bisa dipasarkan secara luas, dan kerajinan rotan mendapat sentuhan inovasi desain yang menarik. Harapannya, buah kakao dan kebun rotan tidak hanya menjadi kebanggaan desa, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan warga melalui usaha berbasis potensi lokal.
Pemerintah Desa Tanjung Manetes menegaskan akan terus berupaya menjadikan buah kakao dan kebun rotan sebagai komoditas utama desa. Berbagai langkah pengembangan direncanakan, mulai dari peningkatan kualitas bibit, pelatihan pengolahan hasil kebun, hingga perluasan akses pasar. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, potensi ini diharapkan mampu menjadi tulang punggung ekonomi desa dan membawa kesejahteraan bagi seluruh warga.









