Home » Berita » Berita Desa » Tradisi Manjawet Itah Lewu, Lestarikan Keterampilan Anyaman Khas Desa

Tradisi Manjawet Itah Lewu, Lestarikan Keterampilan Anyaman Khas Desa

Oleh

Official Desa

Tanjung Manetes — Warga Desa Tanjung Manetes menggelar kegiatan Manjawet Itah Lewu pada Rabu (17/7) di Balai Desa. Tradisi ini diikuti puluhan pengrajin yang memamerkan keterampilan menganyam berbagai kerajinan khas desa.

Manjawet Itah Lewu secara harfiah berarti “menganyam kampung kita” dan menjadi simbol kebersamaan warga dalam melestarikan keterampilan anyaman tradisional. Produk yang dihasilkan beragam, mulai dari tikar, bakul, penutup makanan, hingga kerajinan dekorasi rumah.

Kepala Desa Yandi Novia mengapresiasi antusiasme warga yang terlibat dalam kegiatan ini. “Anyaman adalah warisan leluhur kita. Selain bernilai budaya, ini juga bisa menjadi peluang ekonomi jika kita kelola dengan baik,” ujar Yandi.

Kegiatan ini melibatkan perempuan, laki-laki, hingga anak-anak muda yang sengaja diajak untuk belajar teknik menganyam dari para pengrajin senior. Hal ini menjadi salah satu upaya regenerasi agar keterampilan tradisional tidak punah.

Nurhayati, seorang pengrajin rotan yang ikut dalam acara, merasa bangga tradisi ini tetap hidup. “Saya sudah menganyam sejak remaja. Senang rasanya bisa mengajarkan anak-anak muda supaya mereka tahu dan mencintai budaya kita,” tuturnya.

Selain memamerkan hasil anyaman, kegiatan ini juga diramaikan dengan lokakarya singkat tentang inovasi desain anyaman modern yang tetap mempertahankan motif khas daerah.

Pemerintah desa turut mendukung dengan menyediakan bahan baku seperti rotan dan daun purun, serta menjanjikan bantuan pemasaran produk anyaman melalui pameran tingkat kabupaten.

“Kami akan terus mengembangkan potensi kerajinan ini agar menjadi salah satu komoditas unggulan desa. Manjawet Itah Lewu adalah kebanggaan kita bersama,” tutup Yandi Novia.

Bagikan:

Tinggalkan komentar